Bareng
Raih Gelar Bergengsi, Amelya Enjelita Sitorus Jadi Putri Kampus AI & Teknologi 2025
Raih Gelar Bergengsi, Amelya Enjelita Sitorus Jadi Putri Kampus AI & Teknologi 2025

Amelya Enjelita Sitorus, mahasiswi President University, berhasil meraih gelar bergengsi sebagai Putri Kampus AI & Teknologi Indonesia 2025 dalam ajang nasional Putri Kampus Indonesia 2025 yang diselenggarakan Yayasan EL JOHN Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 22 Agustus 2025.

Dengan wajah sumringah, Amelya mengaku tidak menyangka bisa masuk dalam jajaran Top 5 Finalis Nasional. Ia menyebut pencapaiannya ini sebagai momen berharga yang menjadi bukti kerja keras dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

“Jujur saya tidak menyangka bisa masuk ke Top 5, apalagi meraih gelar Putri Kampus AI & Teknologi. Teman-teman yang ikut sangat hebat-hebat. Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh panitia dan dewan juri yang telah memberikan kesempatan ini,” ujar Amelya saat ditemui seusai malam grand final.

Berbeda dengan beberapa finalis lain yang datang dengan tim pendukung lengkap, Amelya justru mengandalkan dukungan penuh dari keluarganya. Ia menyebut bahwa sang ibu menjadi sosok penting yang mendampinginya sejak awal persiapan hingga ke panggung nasional.

“Saya tidak punya tim khusus. Tapi keluarga saya, terutama mama, sangat mendukung dari awal—baik secara mental, logistik, hingga membantu urusan sponsor. Mereka menjadi support system terbaik saya,” ucapnya saat diwawancarai tim liputan El John Media.

Berbekal Ilmu Kampus dan Pengalaman Organisasi

Amelya yang sebelumnya juga pernah meraih prestasi di internal kampusnya, mengatakan bahwa pelatihan yang ia terima di kampus sangat membantu persiapannya untuk tampil percaya diri. Mulai dari teknik menjawab pertanyaan, public speaking, hingga latihan catwalk bersama mentor pribadi dilakukan secara intensif selama masa persiapan.

“Di President University, saya juga pernah masuk Top 5 ajang serupa. Dari sana saya belajar banyak soal bagaimana menjawab pertanyaan dengan baik. Itu sangat membantu saya untuk kompetisi di tingkat nasional,” jelasnya.

Sebagai pemegang gelar Putri Kampus AI & Teknologi, Amelya membawa misi besar: menyebarkan literasi artificial intelligence (AI) di kalangan generasi muda. Ia menekankan pentingnya memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti otak manusia.

“Saya ingin mengedukasi bahwa AI itu tools, bukan otak. Banyak yang salah kaprah menggunakannya sebagai pengganti, padahal seharusnya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, bukan menggantikan nalar atau akal,” jelasnya.

Amelya menyebut bahwa kemampuannya dalam bidang data science dan AI membuatnya semakin yakin bisa berkontribusi dalam menyebarkan informasi tentang penggunaan teknologi secara bijak.

“AI bisa digunakan untuk membuat video, audio, dan banyak hal lainnya. Tapi justru karena itu, kita harus lebih bijak dalam memanfaatkannya agar tidak disalahgunakan,” tambahnya.

Apresiasi untuk Yayasan EL JOHN

Dalam kesempatan itu, Amelya juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Yayasan EL JOHN Indonesia yang telah menyelenggarakan kontes ini di IKN, serta kepada Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia M. Johnnie Sugiarto, tokoh penting yang inspiratif bagi para finalis Putri Kampus Indonesia 2025.

“Saya baru pertama kali bertemu Daddy Johnnie. Beliau bukan hanya sosok pemimpin, tapi juga pembina yang luar biasa,” ujarnya.

Amelya pun mengapresiasi penyelenggaraan Putri Kampus Indonesia 2025 di IKN sebagai langkah inovatif dan bersejarah, karena menjadi ajang pageant pertama yang digelar di ibu kota baru Indonesia.

“Ini bukan sekadar ajang kecantikan, tapi forum pengembangan diri dan edukasi. Saya bangga bisa menjadi bagian dari sejarah ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *