Bareng
Dewan Juri: Finalis Miss Chinese Indonesia 2025 Semakin Berkualitas dan Berwawasan Global
Dewan Juri: Finalis Miss Chinese Indonesia 2025 Semakin Berkualitas dan Berwawasan Global

Kualitas penyelenggaraan Miss Chinese Indonesia 2025 kembali mendapat sorotan positif. Budayawan Tionghoa sekaligus anggota Dewan Juri Panel, Hasan Karman, menilai bahwa para finalis tahun ini tampil jauh lebih matang dalam wawasan dan pengetahuan.

Hasan mengungkapkan bahwa para finalis tahun ini tampil dengan wawasan dan pengetahuan yang jauh lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga membuat proses penjurian menjadi lebih menantang.

“Menurut saya, dari hari ke hari, peserta Miss Chinese semakin bermutu dan semakin berisi. Dewan juri sebenarnya cukup kesulitan memberikan keputusan cepat karena wawasan dan pengetahuan mereka hampir merata,” ujar Hasan.

“Tapi pada akhirnya, keputusan tetap harus diambil. Ini membuktikan bahwa generasi muda kita semakin pintar dan memiliki pengetahuan yang luas. Pemenangnya pasti yang terbaik, dan saya sangat yakin itu,” sambungnya.

Walikota Singkawang periode 2007-2012 ini, menegaskan bahwa kategori penilaian Miss Chinese Indonesia tidak lagi berfokus pada kecantikan fisik semata. Menurutnya, finalis harus memiliki kualitas intelektual, wawasan luas, serta visi masa depan yang kuat sebagai generasi muda.

 “Bahkan lebih luas lagi, mereka harus memiliki perspektif untuk kepentingan bangsa, negara, dan juga internasional. Pemahaman mereka sudah sangat global, dan kami menilai dari sisi itu.” Sambungnya.

Akulturasi Budaya, Pluralisme, dan Pemahaman Teknologi Jadi Nilai Tambah

Terkait penilaian mengenai akulturasi budaya yang menjadi salah satu tema, Hasan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan unsur kecil dari pengetahuan yang harus dimiliki finalis. Namun tema itu penting mengingat kuatnya akulturasi budaya dalam sejarah Indonesia.

“Akulturasi budaya itu hanya sebagian kecil. Kita membahasnya karena akulturasi budaya di Indonesia sangat kental. Pemahaman ini membuat mereka sadar bahwa Indonesia itu plural dan bhinneka,” ungkapnya.

Selain pengetahuan budaya, menurut Hasan, kemampuan memahami teknologi informasi adalah hal yang tidak bisa ditawar bagi generasi muda.

“Sekarang perkembangan dunia sangat dipengaruhi IT. Apa pun yang kita lakukan, terutama anak muda, harus mengerti teknologi informasi. Itu selalu kami tekankan, bagaimana menggunakan sarana IT untuk pengembangan Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Pesan untuk Pemenang dan Finalis Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Hasan menyampaikan pesan khusus kepada pemenang Miss Chinese Indonesia 2025 agar menjalankan tugas selama satu tahun dengan penuh tanggung jawab.

“Selama satu tahun masa tugasmu, gunakan 12 bulan itu untuk berpikir, memperluas wawasan, menambah pengetahuan, dan terus belajar demi mengembangkan diri. Itu penting untuk mencapai tanggung jawab yang diembankan,” pesannya.

Ia juga memberi dorongan kepada finalis lain yang meraih berbagai gelar kategori. “Yang belum menjadi juara utama tetap mendapat kepercayaan pada kategori masing-masing. Jalankan tugas itu dengan penuh tanggung jawab. Setahun akan lewat begitu saja,” katanya.

Hasan menilai bahwa ajang Miss Chinese Indonesia memberikan dampak positif bagi generasi muda, terutama sebagai ruang untuk mengukur kemampuan dan prestasi mereka.

“Pemilihan putri seperti ini sangat positif karena memberi kesempatan anak-anak muda menunjukkan prestasinya. Tanpa diuji, seseorang tidak tahu kemampuan dirinya. Dari proses ini mereka belajar banyak, mulai dari sahabat sesama finalis hingga para narasumber,” ujar Hasan.

Menutup pernyataannya, Hasan Karman menyampaikan harapan agar seluruh finalis terus mengembangkan diri.“Usia mereka masih sangat muda dan perjalanan hidup masih panjang. Belajar terus, jangan berhenti,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *