Sosok cerdas dan inspiratif kembali mengukir prestasi di panggung nasional. Ni Luh Putu Diva Mahastra Putri, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, berhasil meraih gelar Putri Kampus Bisnis Digital Indonesia 2025 dalam ajang bergengsi Pemilihan Putri Kampus Indonesia 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan El John Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Diva, sapaan akrabnya, tampil sebagai salah satu dari lima besar finalis terbaik yang diumumkan pada malam puncak pemilihan. Di tengah atmosfer kompetisi yang ketat dan penuh bakat dari berbagai kampus seluruh Indonesia, Diva tidak hanya membuktikan kapasitas intelektualnya sebagai calon dokter, tetapi juga kemampuannya di bidang komunikasi, kepribadian, serta pemahaman digital dan bisnis modern.
Saat diwawancara usai penobatan, Diva tak menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku bahwa keberhasilannya masuk dalam jajaran lima besar finalis merupakan hal yang di luar dugaan.
“Awalnya saya tidak menyangka bisa sejauh ini. Saat pengumuman top 10, saya sudah merasa sangat bersyukur. Tapi ketika nama saya dipanggil untuk maju ke Top 5, saya benar-benar terkejut dan sangat terharu,” ungkap Diva.
Meski memiliki harapan, Diva mengakui bahwa tingkat kepercayaan dirinya sempat naik-turun. Ia memperkirakan rasa percaya dirinya hanya berada di angka 70%, mengingat banyak finalis lain yang telah berpengalaman dalam ajang serupa.

Persiapan Ketat di Tengah Padatnya Kuliah Kedokteran
Diva juga membagikan kisah perjuangannya dalam mempersiapkan diri untuk kompetisi ini. Di tengah rutinitas sebagai mahasiswi kedokteran yang dikenal dengan jadwal kuliah dan praktikum yang padat, Diva memanfaatkan waktu libur dua bulan untuk fokus mempersiapkan diri secara maksimal.
“Saya manfaatkan waktu libur untuk latihan catwalk, public speaking, bahkan ikut les makeup dan vokal. Meskipun saya sadar belum sempurna, tapi saya terus belajar. Banyak juga bantuan dari kakak-kakak pembimbing dan teman-teman selama karantina, yang membantu saya meningkatkan kepercayaan diri,” ujar Diva.
Dukungan Keluarga Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam perjalanan menuju pencapaian ini, Diva menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok paling berpengaruh. Tak hanya memberikan dukungan moral, orang tuanya juga turut menyokong secara finansial agar Diva bisa mengikuti pelatihan dan les intensif menjelang keberangkatan ke IKN.
“Ayah dan bunda saya luar biasa. Mereka support dari semua sisi, mulai dari wardrobe, les catwalk, makeup, hingga public speaking. Selama satu bulan terakhir, hampir setiap hari saya ada sesi latihan. Mereka benar-benar jadi tulang punggung saya,” ungkap Diva dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga berterima kasih kepada tim pendukungnya, salah satunya Kak Betrix, yang banyak membantu dalam mempersiapkan kebutuhan teknis selama ajang berlangsung, termasuk wardrobe dan perlengkapan lainnya.
Rasa Keluargaan di Tengah Kompetisi
Meskipun ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang pageant, Diva mengaku suasana karantina sangat berbeda dari bayangannya. Jika sebelumnya ia merasa minder dan skeptis melihat para peserta lain yang sudah berpengalaman, rasa itu justru berganti menjadi kekaguman dan kehangatan.
“Saya pikir bakal tegang atau penuh persaingan. Tapi ternyata, justru sangat kekeluargaan. Teman-teman saling bantu, ada yang ngajarin catwalk, ada yang bantu makeup. Bahkan coach-coach-nya juga sangat membimbing dengan ramah. Kami sering bercanda dan benar-benar seperti satu keluarga,” jelasnya.
Diva menuturkan bahwa saat malam grand final, ia merasa bangga bisa bersanding dengan para finalis lainnya yang ia sebut “sangat cantik dan penuh aura”. Ia menyebut ajang ini sebagai salah satu pengalaman paling berharga dalam hidupnya.

Sebagai penerima gelar Putri Kampus Bisnis Digital, Diva berharap dapat memanfaatkan peran barunya untuk menginspirasi mahasiswa lain, khususnya dalam menjembatani dunia pendidikan tinggi, teknologi digital, dan pengembangan karakter generasi muda.
“Saya ingin terus belajar dan berkembang, tidak hanya di dunia kedokteran, tetapi juga dalam hal kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian masyarakat. Gelar ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru,” tutupnya.
Ajang Putri Kampus Indonesia merupakan kompetisi tahunan yang digagas Yayasan EL JOHN Indonesia untuk menjaring mahasiswa-mahasiswi terbaik dari berbagai kampus di Indonesia. Tahun ini, acara diselenggarakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol kebangkitan generasi muda dalam mendukung transformasi Indonesia menuju era digital dan pembangunan berkelanjutan.
