Ajang Pemilihan Putri Bumi Indonesia 2025 yang digelar di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi momen bersejarah, tidak hanya karena pertama kalinya diselenggarakan di pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga karena melahirkan generasi muda yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Juri Pemilihan Putri Bumi Indonesia 2025, Donny de Keizer, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Indonesian Professional Speakers Association (IPSA), usai malam Grand Final Pemilihan Putri Bumi Indonesia 2025 di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, pada Jumat malam (22/8/2025).
Menurutnya, para finalis tahun ini menunjukkan kualitas yang semakin baik dan membanggakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Finalis Putri Bumi Indonesia 2025 adalah orang-orang yang sangat berbakat, memiliki kepedulian pada pelestarian lingkungan, dan khususnya kecintaan pada bumi. Kami sebagai dewan juri sangat yakin bahwa mereka memiliki visi besar dalam menjalankan advokasi dan kampanye, khususnya untuk perlindungan dan perawatan bumi tercinta. Dari bumi Nusantara, mereka bisa bersuara secara global,” ujar Donny.
Donny menegaskan bahwa kualitas para finalis tahun ini terlihat dalam banyak aspek, mulai dari kemampuan komunikasi, public speaking, hingga pemahaman yang mendalam terhadap isu lingkungan. Hal ini yang membuat jajaran dewan juri memberikan apresiasi tinggi.
“Dari tahun ke tahun kualitas finalis Putri Bumi Indonesia semakin meningkat. Kami percaya mereka mampu menjalankan visi dalam program kampanye dan advokasi untuk merawat dan melestarikan bumi serta lingkungan,” tambahnya.
Menurut Donny, kunci utama dari seorang Putri Bumi bukan hanya sebatas menjalankan tugas saat mengenakan mahkota dan selempang, melainkan konsistensi dalam mengimplementasikan program nyata yang berdampak bagi masyarakat.
“Bumi bukan warisan nenek moyang kita, tetapi hak milik dari anak cucu kita. Jadi, para finalis ini harus benar-benar memiliki program dan tanggung jawab untuk menjaga serta melestarikan bumi,” tegasnya.

Lebih jauh, Donny memberikan pesan khusus kepada para pemenang maupun finalis yang belum beruntung.
“Bagi yang sudah meraih juara, menjadi pemenang bukanlah langkah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Jangan lupa untuk fokus pada program advokasi dan kampanye lingkungan yang sudah disampaikan selama proses karantina hingga malam final,” pesannya.
Sementara itu, bagi yang belum meraih gelar, Donny tetap memberikan semangat agar mereka tidak berkecil hati.

“Jangan khawatir, karena kesempatan berikutnya akan selalu ada. Lagi pula, panggung untuk berkarya bukan hanya di ajang pageant, tetapi bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan berkontribusi bagi bumi dan lingkungan sekitar kita. Semangat!” tutupnya.
Seperti diketahui ajang bergengsi Putri Bumi Indonesia 2025 sukses melahirkan sosok baru yang akan mengemban misi advokasi lingkungan di tingkat nasional maupun internasional. Ia adalah Alexandra Matahari Larasati, yang berhasil keluar sebagai pemenang utama dan menyandang gelar tertinggi yakni Putri Bumi Indonesia 2025

Sejak babak awal kompetisi, Exa telah menunjukkan kualitas yang menonjol di antara para finalis lainnya. Dirinya mampu melewati setiap tahapan seleksi dengan baik hingga akhirnya masuk dalam 10 besar dan melaju ke lima besar. Namun, puncak penampilan Exa benar-benar terlihat saat malam grand final, ketika ia tampil penuh percaya diri, elegan, serta mampu menjawab pertanyaan dewan juri dengan lugas dan berbobot.
