Putri Pariwisata Nusantara Best National Costume 2024 Kristina Widowati menggunakan kostum “The Chronicle of Queen on Kasunanan Hadiningrat” karya Putra Kopi Indonesia 2022 Yudha Ariyanto di Solo Batik Carnival, Sabtu (12/7/2025).
Kristina menjelaskan, kostum yang ia kenakan terinspirasi dari kecantikan dan keunikan kisah permaisuri Sunan Pakubuwono IV yang berasal dari tanah Pamekasan, Madura. Ia adalah keturunan dari R. Adipati Cakraningrat, Bupati Pamekasan dipulau Madura.
Kostum ini terinspirasi dari kisah Sri Sunan Pakubuwono IV yang memiliki kapal besar dan megah yang digunakan untuk mengarungi sungai Bengawan Solo menuju Pamekasan. Tidak hanya itu, bagian sayap pada kostum terinspirasi dari beberapa tombak dari Kasunanan Hadiningrat dan ukiran-ukiran di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.


“Diceritakan bahwa salah satu garwa padmi dari Sunan Pakubuwono IV dulunya adalah seorang wanita yang kurang cantik parasnya sehingga Pakubuwono IV enggan untuk melirik bahkan mencintai beliau. Akhirnya Sunan Pakubuwono III berinisiatif untuk memandikan Putri dari Pamekasan ini dengan bunga-bunga tujuh rupa selama beberapa waktu hingga akhirnya beliau berubah menjadi wanita cantik yang elok parasnya. Akhirnya Sunan Pakubuwono IV mau menikahi beliau dan menjadikan beliau Garwa Padmi,” jelasnya.
Dengan kostum yang dikenakan, Kristina merasa terhormat dan bangga bisa menjadi bagian dalam Solo Batik Carnival, serta menjadi salah satu generasi muda yang turut melestarikan budaya melalui akulturasi kreativitas.
“Saat saya kecil, saya menjadi penonton Solo Batik Carnival. Pada tahun ini, saya berkesempatan menjadi bagian dalam Solo Batik Carnival. Tentunya saya sangat bangga pada diri sendiri, ditambah saya memakai kostum yang sama pada ajang Putra Putri Pariwisata Nusantara 2024 dan mendapat gelar Best National Costume,” katanya.

Sepanjang jalan dari Museum Keris hingga Balai Kota Surakarta, Putri binaan Yayasan El John Indonesia ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
“Jadi ini juga yang membuat saya lebih semangat dalam membawakan kostum karena bisa membawa nama El John Pageants sehingga masyarakat juga lebih mengetahui tentang El John Pageants,” ujarnya.
Kristina berharap Solo Batik Carnival dapat menjadi ruang untuk masyarakat berkreativitas tanpa melupakan budaya tanah air, sehingga dapat menarik perhatian hingga ke internasional.
“Pastinya juga ada dampak ekonomi kreatif, dampak industri, sehingga efek dominonya benar-benar terasa. Semoga event ini menjadi contoh untuk daerah lain dengan keunggulannya masing-masing,” ucapnya.
