Solo Batik Carnival 2025 kembali digelar dengan semarak, menampilkan parade busana dengan tema “Subosukawonosraten”. Putra Putri binaan Yayasan El John Indonesia turut berpartisipasi dan mencuri perhatian publik dengan kostum-kostum yang unik dan sarat makna.
Salah satu peserta, Putra Kopi Indonesia 2022 Yudha Ariyanto membawakan kostum bertajuk “Dewi Sri Kang Hanggowo Kahuripan” yang merupakan hasil rancangannya sendiri dan telah dibuat sejak 2023. Kostum ini terinspirasi dari adat “Seblang Olehsari” dari Banyuwangi, Jawa Timur.
“Kostum ini terinspirasi dari keindahan Tanah Blambangan (Banyuwangi). Dewi Sri Kang Hanggowo Kahuripan, sebuah nama kostum yang saya yakini membawa doa baik karena memiliki arti yakni Seorang Wanita yang membawakan kesuburan,” ucapnya.

Putra binaan Yayasan El John Indonesia ini membawakan kostum dari Museum Keris hingga Balai Kota Surakarta, Sabtu (12/7/2025). Pada kostumnya, terdapat keris di bagian sayap yang sebagai simbol untuk melawan keburukan dan memancarkan Kebajikan.
“Sayap belakang berbentuk sampur atau selendang yang biasanya digunakan utk menari, pada bagian depan terdapat sayap berbentuk tampah yang berisikan kembang dermo, yaitu kembang yang biasa dijual pada ritual Seblang,” pungkasnya.
Tidak hanya itu, motif batik pada bagian selendang memiliki motif Gajah Uling, di mana bermakna untuk selalu mengingat dan taat kepada Tuhan Yang Masa Esa. Mahkota yang dikenakan Yudha terinspirasi dari hiasan Gandrung Banyuwangi dan Barong Kemiren, di mana mahkota ini terdapat hiasan bunga yang menyimbolkan kesuburan, kemakmuran, dan keindahan.

Yudha membutuhkan waktu tiga bulan untuk merancang busana yang ia kenakan. Dalam masa persiapannya, ia harus melatih fisik agar kuat menggunakan busananya yang memiliki berat 15 kilogram.
Meski begitu, Yudha mengaku senang bisa mengikuti Solo Batik Carnival yang keempat kalinya. Dengan mengikuti Solo Batik Carnival, ia dapat berpartisipasi melestarikan kain batik dan memperkenalkannya ke khalayak.
“Saya senang sekali mengikuti acara ini karena masyarakat juga turut menyambut karya kami dengan antusias dan memberikan dukungan semangat untuk seluruh peserta karnavla, bahkan banyak juga yang mengajak untuk mengabadikan momen bersama sepanjang perjalanan menuju garis finish,” ucapnya.

Yudha berharap, acara Solo Batik Carnival dapat terus berlanjut dan membuat mata masyarakat semakin terbuka untuk mengenal dan melestarikan wastra Nusantara.
“Dengan adanya acara ini, besar harapan saya untuk terus memperkenalkan batik ke masyarakat luas. Batik bukan sekadar kain kuno yang hanya dapat dikreasikan sebagai busana tertentu, tetapi juga bisa digunakan juga sebagai salah satu busana karnaval yang unik dan menarik,” harapnya.
Penulis: Aliya Lutfi Rakhmawati
