Ajang Mermaid Merman Indonesia 2026 kembali memperkenalkan salah satu talenta unik yang siap meramaikan panggung kompetisi nasional. Christine resmi diumumkan sebagai finalis dalam ajang yang diselenggarakan oleh Yayasan El John Indonesia berkolaborasi dengan Marine Actions Expo. Kehadirannya membawa energi baru sekaligus perspektif kreatif tentang dunia mermaiding yang tidak hanya dikenal sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai olahraga dan bentuk seni bawah air yang penuh eksplorasi.
Saat mengetahui dirinya lolos sebagai finalis, Christine mengaku mengalami momen yang cukup mengejutkan sekaligus menyenangkan. Ia merasakan campuran emosi antara panik dan antusias, terutama karena menyadari bahwa perjalanan menuju kompetisi ini membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. “Wah kaget dan panik dikit. Jujur aku takut kurang waktu buat persiapan, but so excited at the same time!” ungkapnya dengan jujur.

Bagi Christine, menjadi finalis Mermaid Merman Indonesia 2026 memiliki arti yang jauh lebih dalam dibanding sekadar mengikuti kompetisi. Ia melihat kesempatan ini sebagai ruang untuk mewakili komunitas merpeople di Indonesia serta memperkenalkan mermaiding kepada masyarakat luas. “Jadi finalis MMI pastinya mean so much karena aku bakal bisa jadi salah satu representasi dari merpeople di Indonesia. Bangga banget bisa jadi finalis, dan semoga aku bisa kasih yang terbaik ya dalam ajang ini,” ujarnya.
Melalui ajang ini, Christine juga ingin menyampaikan pesan bahwa mermaiding merupakan olahraga yang menarik sekaligus menantang. Ia berharap semakin banyak orang berani mencoba aktivitas di air, termasuk freediving dan mermaiding, yang menurutnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental dan fisik. “Aku pengen ngeshowcase kalau mermaiding itu olahraga yang menarik, karena banyak yang nggak tahu kalau mermaiding is a sport and a hard one. Aku juga pengen ngajakin orang buat cobain freediving atau mermaiding karena olahraga ini seru, challenging, dan bisa bantu mengurangi stress lewat latihan napas,” jelasnya.

Perjalanan Christine menuju titik ini berawal dari kecintaannya terhadap air sejak kecil. Ia mulai mendalami dunia bawah laut melalui sertifikasi scuba diving di usia awal 20-an, kemudian mencoba freediving, mermaiding, hingga underwater dance. Dari pengalaman tersebut, ia justru jatuh cinta pada proses kreatif yang ada di balik setiap gerakan di dalam air. “Terus aku coba iseng buat compete, dan ternyata I fell in love with the creative process. So here I am joining Mermaid Merman Indonesia 2026, I think this is the next step of my journey being a mermaid,” tuturnya.

Di luar dunia mermaiding, Christine telah bekerja sebagai tattoo artist sejak 2011, sebuah profesi yang membentuk karakter kreatifnya hingga saat ini. Ia percaya pengalaman melalui berbagai proses kreatif bersama Client akan sangat membantunya dalam mengeksplorasi konsep performance di ajang Mermaid Merman Indonesia. Meski mengakui dirinya cukup introvert dan sering overthinking, Christine berhasil melawan rasa takut tersebut hingga akhirnya berani mendaftar.
Kini ia memilih menikmati setiap proses dalam kompetisi ini dengan penuh semangat. “Yang mungkin bikin aku berbeda adalah kepribadianku yang cukup ekspresif dan apa adanya. And honestly, I’m not here to win, I’m here to enjoy all the process,” tutupnya.
