LOGO YEI 2021-04
Banyak Sampah di Laut, Ampunghuang Berikan Pesan untuk Jaga Alam

Dive Master – Environmentalist Ampunghuang R. Patriadi memberikan pembekalan kepada seluruh finalis Putri Pariwisata Indonesia 2023 di Permata Hijau Suites Jakarta pada Jumat (15/9/2023). Pembekalan yang ia berikan mengenai suistanable marine tourism di Indonesia. Pembekalan tersebut menerangkan tentang upaya-upaya dalam menjadi wisata bahari.

Ampung mengatakan upaya tersebut tidak sebatas membuang sampah, namun masyarakat diminta untuk tidak memungut atau mengambil apapun dari alam, serta tidak mengganggu atau memainkan hewan-hewan, termasuk hewan laut.

“Saya mengajak mereka untuk bisa menyampaikan kepada masyarakat, biarlah alam seperti apa adanya, jangan diganggu, dimainkan, dipetik, diambil untuk kenang-kenangan karena alam itu kan proses bertumbuhnya sangat lambat sebenarnya. Kalau nanti tambah dirusak oleh manusia, berarti proses penyembuhannya itu akan sangat lama. Itu pesan saya paling utama untuk para finalis Putri Pariwisata Indonesia ini,” ucapnya.

Ampung menjelaskan, kondisi laut secara umum di seluruh dunia sedang terjadi pemanasan global, sehingga dengan meningkatnya suhu air satu derajat maka dapat menyebabkan kematian koral.

“Tapi itu kan terjadinya memang secara global, yang menyedihkan itu adalah kondisi lingkungan Indonesia karena kebiasaan buang sampah, sehingga lautan kita sangat tercemar oleh plastik, styrofoam, dan belakangan ini makin meluas penggunaan alatmakan sekali pakai. Itu kebanyakan berakhirnya ke laut karena dari kota, masyarakat membuangnya ke sungai. Dari sungai, airnya larinya ke laut,” jelasnya.

Maka dari itu, perlu adanya kesadaran diri sendiri untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Selain itu, melatih dan mendidik anak-anak maupun orang dewasa bahwa sampah plastik, styrofoam, aluminium foil tidak bisa hancur di alam dan perlu dikelola.

“Jadi bukan suatu hal yang tidak mungkin kalau nanti anak cucu mereka hanya mengenal hewan atau alam dari foto karena alamnya bakal hancur. Jadi bagaimana kita berperan aktif, yang paling penting mulai dari diri kita sendiri. Walaupun kita kadang frustrasi misalnya kita buang sampah yang benar, tapi orang lain tidak. Menurut saya, jangan karena kita frustrasi, kita ikut orang lain,” katanya.

Saat melakukan penyelaman, Ampung selalu membawa keranjang sampah untuk mengambil sampah-sampah yang ada di laut. Ia mengatakan, dalam satu kali penyelaman sekitar 45 menit, biasanya mengumpulkan dua hingga tiga kilogram sampah. Setelah itu, ia ia bawa ke daratan untuk dibuang ke tempat sampah.

“Jadi sering teman-teman saya bilang ‘kamu ngapain sih melakukan itu?’. Memang ini tidak besar, tapi paling tidak saya sudah melakukan sesuatu. Nah mindset itu yang sebaiknya dijaga. Memang apa yang kita lakukan mungkin tidak banyak atau tidak berdampak secara besar, tapi paling tidak kita menjaga menjaga kebiasaan kita supaya kita tidak terbawa,” katanya.

Ampung mengungkapkan, ia pernah survei sampah bersama sebuah NGO di Pelabuhan Sunda Kelapa. Dalam waktu empat jam, sampah yang dikumpulkan hampir 300 kilogram. Menurutnya, sampah yang paling banyak adalah sampah sachet dan mie instan.

“Lalu dari sampah kantung kresek which is tidak sampai 10% karena dia enteng banget, jadi tidak terlalu banyak hanya beberapa kilo dan dari kantung kresek yang bermerek minimarket tidak sampai 5%, sisanya kantung kresek yang biasa ditemukan di pasar, tukang sayur. Jadi kalau pemerintah mau hilangkan kantung kresek, bukan minimarket sasarannya,” tuturnya.

Selain memberikan materi, Ampung juga berpesan kepada seluruh finalis Putri Pariwisata Indonesia 2023 untuk memanfaatkan gelar yang didapat dengan baik, serta bisa mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk menjaga alam.

“Seorang Putri Pariwisata atau putri apapun, kalau mereka sudah menyandang gelar, mereka akan menjadi sosok yang dilihat oleh masyarakat. Mereka akan menjadi pusat kekaguman masyarakat,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *