LOGO YEI 2021-04
Michael Aripin Kopi Gadjah Kenalkan Jenis Kopi ke Finalis P3N 2023

Pada karantina hari ketiga Putra Putri Pariwisata Nusantara 2023, Mediator Kopi Gadjah Michael Aripin memberikan pengetahuan seputar kopi kepada seluruh finalis. Pembekalan dilakukan di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta Pusat pada Rabu (26/7/2023).

Michael mengatakan, Indonesia masih perlu membenarkan banyak hal dari segi dasar, seperti proses pengemasan, hingga mengedukasi kepada petani bagaimana cara menghasilkan kopi yang baik.

“Jadi setiap tahunnya itu kopi akan ada perbedaan rasa karena mereka masih kurangnya memahami cara pemetikan, pemakaian pupuk, hingga cara penanaman yang benar. Jadi itulah yang perlu distandarkan di Indonesia, jadi kita mempunyai sistem yang harus dijaga dan masih perlu dikembangkan,” ucapnya.

Michael melihat banyak anak milenial yang mempunyai mindset terbuka dan ingin terjun langsung ke kebun untuk mengembangkan kopi yang ada di Indonesia.

“Dengan memberikan edukasi ke para petani kopi, bisa menjadikan kopi mereka lebih baik, menjadikan sustainable untuk memastikan produksi kopi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab dengan taste, ukuran, grand, serta produknyayang sama dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Pada saat melakukan pembekalan, Michael menjelaskan kepada seluruh finalis mengenai jenis-jenis kopi Nusantara Coffee. Pertama, kopi arabika yang biasanya ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 600 sampai 2.000 mdpl.

Rasa kopi arabika ini cenderung lebih lembut, manis, beraroma bunga, buah, dan cokelat. Biji kopi arabika mengandung sekitar 1 hingga 1,5% kafein, maka dari itu kopi arabika cenderung lebih mahal daripada kopi robusta.

“Kalau Arabika sendiri itu ditanam di ketinggian yang tinggi seperti kalau di Aceh itu di ketinggian 1.700 mdpl, kalau di Papua Wamena 1.800 mdpl karena semakin tinggi kopi itu ditanam, maka polusi udara semakin sedikit sehingga jadi tidak terkontaminasi oleh polusi, jadi hasilnya lebih bersih,” ucapnya.

Berbalik dari arabika, kopi robusta justru tumbuh dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 200 hingga 800 mdpl. Kopi robusta memiliki rasa yang lebih kuat dan pahit. Kopi ini mengandung kafein yang lebih tinggi, yaitu sekitar 2,2 hingga 2,7% kafein. Kopi robusta lebih mudah untuk tumbuh dan dipanen, sehingga harganya biasanya terjangkau.

“Kalau robusta itu lebih cenderung memang rasanya pahit, tetapi bukan pahit gosong. Rasa pahitnya memang khasnya robusta,” tambahnya.

Selain mengenalkan jenis-jenis kopi, Michael juga mempersilakan seluruh finalis mencoba biji kopi. Selain itu, Michael zmemberikan penjelasan teknik-tenik penyeduhan kopi, seperti kopi espresso yang berasal dari Italia, di mana mana biji kopi digiling sangat halus dan berda dalam portafilter. Lalu ada kopi V60 yang berasal dari Jepang, di mana kopi digiling medium hingga halus lalu ditempatkan di alat penyaring kopi.

Teknik penyeduhan kopi berikutnya ada kopi aeropress yang berasal dari America, dengan menggunakan tekanan udara untuk menyeduh kopi, serta kopi Vietnam dari Vietnam yang mana kopi digiling sedang hingga kasar, lalu ditempatkan di dalam wadah filter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *