LOGO YEI 2021-04
Lahan Pertanian Sempit, Kementan Ajak Masyarakat Menanam Pangan di Rumah

Koordinator Humas – Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Mochammad Arief Cahyono, memberikan pembekalan mengenai kekayaan alam Indonesia dan pengelolaannya kepada seluruh finalis Putri Bumi Indonesia 2023 di Ibis Budget, Daan Mogot, Jakarta Barat pada Rabu (10/5/2023).

Sebagai negara kepulauan yang memiliki 17 ribu pulau, Indonesia mempunyai dataran yang berpotensi besar sebagai daerah pertanian. Namun, dengan adanya pembangunan gedung atau rumah yang semakin banyak, maka lahan pertanian menjadi semakin sempit.

“Kalau petani kita itu sebenarnya rata-rata hanya punya lahan 0,4 hektar. Rata-rata petani kita punya kurang dari 1 hektar. Ini yang menjadi tantangan buat kita (Kementerian Pertanian) untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada. Meskipun lahannya sedikit, tapi potensinya bisa ditingkatkan. Jadi potensi alam kita sangat besar dan sangat perlu dioptimalkan. Kita butuh untuk mensejahterakan para petani sekaligus untuk mencukupi pakan kita karena makan kita sebagian besar di supply oleh petani kita,” jelas Arief.

Dengan begitu, perlu adanya peran bagi semua orang agar bisa memanfaatkan lahan dengan baik, salah satunya adalah generasi muda  yang melihat potensi untuk mengekspor pangan.

“Ada yang ekspor mokaf atau tepung mokaf dari singkong itu juga dia punya order setiap bulan hampir 600 juta ke luar negeri, kemudian ada lagi yang dia nanam cabai kalau nggak salah per hektarnya dia bisa dapat 20 juta. Jadi dia berkembang banget di masa-masa pandemi dan kita bersyukur bahwa masih ada banyak anak muda yang masih mau mengembangkan sektor pertanian,” jelas Arief.

Untuk pangan utama masyarakat Indonesia sendiri, yakni beras, Indonesia mampu memproduksi hingga 31,54 juta ton dalam setahun pada 2022.

“Jadi makanan ini sudah sangat cukup karena kebutuhan makan orang Indonesia itu dalam 1 tahun hanya sekitar 30 juta ton,” ucap Arief.

Arief menjelaskan bahwa perlu adanya pemanfaatan sumber daya alam bagi pembangunan yang berkelanjutan, seperti memperluas lahan dengan menciptakan lahan baru, meningkatkan lahan garapan, maupun meningkatkan persediaan pangan.

Salah satu upaya lain agar menghasilkan atau meningkatkan ketersediaan pangan, maka masyarakat dapat menanam buah atau sayuran sendiri di perkarangan rumah.

“Pemanfaatan lahan pekarangan dan marginal menjadi program pekarangan Pangan Lestari. Jadi ini juga yang kita ingin gerakkan kepada teman-teman semua kurangi ketergantungan untuk berbelanja,” ucap Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *