LOGO YEI 2021-04
Hasilkan Jutaan Ton Sampah, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Lakukan Pengelolaan Sampah

Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko, memberikan wawasan mengenai pengelolaan sampah kepada seluruh finalis Putri Bumi Indonesia 2023 di Ibis Budget, Daan Mogot, Jakarta Barat pada Selasa (9/5/2023).

Setiap hari, pasti menemukan sampah di mana-mana, entah di rumah, jalan, kampus, kantor, atau tempat lainnya. Untuk di Jakarta sendiri, ternyata setiap hari melahirkan banyak sampah. Dengan penduduk Jakarta mencapai lebih dari 10 juta jiwa, timbulan sampah bisa mencapai 3.083.437,85 ton per tahun.

“Pengolahan sampah itu harus holistik dari hulu sampai hilir. Jadi, yang paling utama adalah memang yang di hulu tadi gimana masyarakat mau melakukan pemilahan sampah dan mengurangi sampah yang mereka hasilkan. Jadi, dengan mereka bisa mengurangi sampah dan memilah sampah di sumber ini, tentu akan berdampak terhadap sampah yang masuk ke hilir nanti ke TPS itu menjadi berkurang,” jelas Agung saat diwawancarai oleh tim EL JOHN Media.

Untuk sumber sampah, lebih banyak dari permukiman sebesar 60,5%, disusul dunia usaha 28,7%, lalu fasos fasum mencapai 10,8%. Sedangkan sampah paling banyak adalah sampah mudah terurai sebesar 49,87%, plastik 22,95%, dan kertas 17,24%. Pada tahun 2022, sampah yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai lebih dari 7.500 ton per hari.

Agar menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, butuh waktu yang tidak sebentar. Salah satu hal yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi di lingkungan seperti RT RW.

“Kalau kita masih takarannya membuang sampah sembarangan, ini sudah sangat tertinggal jauh sebenarnya. Kita berbicaranya sekarang udah bukan buang sampah pada tempatnya, tapi gimana masyarakat itu mau memilah sampah,” ucap Agung.

Sampah yang membludak setiap hari membuat beberapa orang memilih membakar sampah, dan hal itu dapat menyebabkan polusi udara.

“Kalau di Jakarta sangat kita minimalisir, dan kita memberikan sanksi tegas, ada PERDA-nya. Nggak boleh mereka membakar sampah,” kata Agung.

Untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sampah, perlu adanya seseorang yang memulai.

“Putri Bumi diharapkan bisa menjadi agen-agen perubahan di areanya masing-masing, dicontohkan, bisa memilah sampah dari rumah. Sosialisasi dari orang ke orang,” tutup Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *