LOGO YEI 2021-04
Tasya Karissa Dorong Finalis Putri Bumi Indonesia 2021 Ikut Aksi Penyelamatan Terumbu Karang

Direktur Biorock Indonesia Tasya Karissa mengajak para finalis Putri Bumi Indonesia 2021 untuk ikut mengkampanyekan penyelamatan terumbu karang. Ajakan tersebut disampaikan wanita  yang jago menyelam ini,  saat memberikan pembekalan pada karantina virtual Putri Bumi Indonesia 2021, beberapa waktu lalu.

Tasya menjelaskan bahwa, saat ini ada 60 persen dari luas terumbu karang dunia yang mencapai 200.000 km2 mengalami kerusakan. Di Indonesia. Jika ini dibiarkan makan setiap tahunnya kerusakan terumbu karang akan terus meningkat.

“Bagaimana dengan Indonesia, di Indonesia sendiri jumlahnya sekitar 50000 km2 tapi kekuatan kita adalah terumbu karang kita terletak di terumbu karang dunia atau coral triangle center.  Kita punya yang paling banyak lebih dari 500 spesies sekarang dan lebih dari sepertiga yang sudah rusak,” kata Tasya.Tasya menerangkan, bahwa keberadaan terumbu karang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat, seperti terumbu karang berfungsi untuk menahan abrasi. Selain itu terumbu karang juga dapat membantu nelayan dalam mencari ikan, pasalnyarterumbu  karang merupakan rumah ikan,  jika karangnya rusak makan habitat ikan akan ikut punah.

“Pada saat karang rusak manusia juga terdampak rumah-rumah nelayan bangunan, resort pantai yang ada di tepi pantai juga rusak karena abrasi. Selain itu juga banyak yang kehilangan mata pekerjaan nelayan, pemandu wisata, pemilik restoran juga akan berkurang pendapatannya.  Kalau karangnya hilang maka ikannya sendiri juga nggak ada. Karena karang adalah rumah ikan,” terang Tasya.

Tak hanya itu, kehadiran terumbu karang juga berguna bagi kesehatan manusia, salah satunya adalah kesehatan kulit. “Terumbu karang ini luar biasa bahkan teman-teman yang suka skin care, itu obatnya adanya berasal materi-materi laut, dapat membuat kulit lebih bagus, kemudian lebih kenyal,” ungkap Tasya.

Menurut Tasya, ekosistem terumbu karang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan laut seperti tingkat kejernihan air, arus, salinitas dan suhu. Tingkat kejernihan air dipengaruhi oleh partikel tersuspensi antara lain akibat dari pelumpuran dan ini akan berpengaruh terhadap jumlah cahaya yang masuk ke dalam laut, sementara cahaya sangat diperlukan oleh zooxanthellae yang fotosintetik dan hidup di dalam jaringan tubuh binatang

“Kita bisa memastikan air sungai tetap bersih. Kenapa air sungai, air sungai ini nantinya akan mengalirkan ke laut, jadi kalau ada yang untuk membersihkan sungai ikutlah dengan kita, dengan begitu teman-teman juga menyelamatkan karang yang ada di lautan,” tutur Tasya.

Selain itu, Tasya juga mengajak para finalis mempertahankan gaya hidup ramah lingkungan. Gaya hidup tersebut dapat membantu perkembangan ekosistem terumbu karang.

Ilustrasi

“Pertahankan gaya hidup ramah lingkungan, dengan menjaga nutrien tetap ada di darat.  Karang tidak suka dengan nutrient.  Jadi apa yang disukai tanaman sangat tidak disukai oleh hewan, karena karang merupakan salah satu jenis hewan laut,” kata Tasya.

 Pada kesempatan ini, Tasya berharap para finalis dapat menyukai olahraga selam. Sebagai duta lingkungan nanti, olahraga selam sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas finalis. Dengan menguasai selam makan finalis dapat ikut merawat dan membersihkan terumbu karang.

Ilustrasi

“Menyelam ini,  perlu kemauan dan keahlian perlu bisa snorkeling menyelam dan ini nggak nggak bisa cuma sekali dua kali ini harus terus-menerus Karena hewan hidup g perlu dijaga  dan dirawat kalau kita cuman sekali dua kali itu berarti kita hanya mementingkan citra atau foto,” ujar Tasya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *